Pro Kontra Himbauan Kapolres Parimo, PW APRI Sulteng: Tidak Ada Larangan Pawai Takbiran

PARIGI MOUTONG | CITAParigata.id – Ramainya pro dan kontra di media sosial terkait empat poin himbauan Kapolres Parigi Moutong (Parimo) menjelang malam Idul Fitri 1447 Hijriah menuai beragam tanggapan dari masyarakat.

Sebagaimana lazimnya dalam menyambut malam Idul Fitri, Kapolres Parigi Moutong menyampaikan empat poin himbauan kepada masyarakat, yakni:

1. Menyambut malam Idul Fitri dengan memperbanyak takbir, doa, dan zikir di masjid sekitar.

2. Tidak melakukan konvoi atau iring-iringan menggunakan sepeda motor yang dapat menyebabkan kemacetan, serta tidak menggunakan knalpot bising.

3. Tidak menyalakan petasan atau kembang api yang berpotensi menimbulkan cedera fisik maupun kebakaran.

4. Tidak menggelar pesta minuman keras maupun mengonsumsi narkoba.

Himbauan tersebut kemudian memicu perdebatan di kalangan pengguna media sosial. Sebagian masyarakat menilai himbauan itu melukai perasaan umat Islam karena dianggap melarang pelaksanaan pawai takbiran keliling.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Provinsi Sulawesi Tengah, Isram Said Lolo (ISL), menilai bahwa himbauan Kapolres merupakan hal yang wajar dan tidak mengandung unsur pelarangan pawai takbiran.

“Ini adalah himbauan yang normatif, bijak, dan edukatif. Tidak ada satu pun poin yang secara tegas melarang pawai takbiran. Yang ditekankan adalah ketertiban dan keamanan,” ujar ISL.

Menurutnya, masyarakat tetap dipersilakan melaksanakan pawai takbiran, selama dilakukan dengan tertib dan tidak menimbulkan kemacetan maupun gangguan ketertiban umum. 

Ia juga menegaskan bahwa larangan hanya ditujukan pada konvoi kendaraan bermotor yang berpotensi menimbulkan risiko, terutama penggunaan knalpot bising.

ISL yang juga Ketua DPW PEKNAS Provinsi Sulawesi Tengah itu, sangat menyayangkan jika himbauan tersebut dikaitkan atau dibandingkan dengan kebijakan kepolisian dalam perayaan hari besar agama lain, seperti Nyepi. Ia meyakini tidak ada niat diskriminatif dari Kapolres terhadap umat Islam.

“Ini murni persoalan persepsi dalam memahami himbauan. Tidak perlu dibesar-besarkan, apalagi saat ini kita berada di penghujung bulan Ramadan, di mana kita diajarkan untuk menahan diri dan menjaga lisan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ISL mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan tabayun atau klarifikasi langsung kepada Kapolres Parigi Moutong. 

Dari hasil konfirmasi tersebut, dipastikan bahwa tidak ada larangan terhadap pelaksanaan pawai takbiran.

“Kapolres menegaskan bahwa himbauan itu semata-mata untuk memastikan pelaksanaan malam takbiran berlangsung khusyuk, tertib, dan aman,” jelasnya.

ISL juga menekankan bahwa sebagai daerah dengan mayoritas penduduk Muslim yang bisa jadi membludaknya jumlah yang ikut pawai takbiran, maka tentu sudah menjadi hal yang wajar jika pihak kepolisian memberikan himbauan guna mencegah potensi gangguan keamanan dimalam Idul Fitri

“Sy juga sangat menghargai presepsi dan pendapat yang berbeda terkait himbauan itu yang tentu itu sebagai bentuk kepeduliannya saudara-saudara kita pada kegiatan keagamaan kita namun saya berharap tidak harus kita besar-besarkan karena kita semua pasti meyakini Kapolres yang Notabene seorang Muslim tidak mungkin berniat dan atau bermaksud melakukan diskriminasi pada umat Islam” tuturnya.

ISL mengimbau kepada masyarakat yang ingin melaksanakan pawai takbiran agar tetap berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat. Hal ini penting agar kegiatan dapat berjalan lancar, tertib, serta mendapatkan pengawalan dan pengamanan.

“Kami persilakan masyarakat melaksanakan pawai takbiran, bahkan dalam skala besar, selama tetap tertib dan berkoordinasi dengan aparat keamanan,” tegasnya.

Ia juga menyarankan agar pawai takbiran lebih mengutamakan penggunaan kendaraan roda empat atau dilakukan dengan berjalan kaki, serta menghindari penggunaan sepeda motor dengan knalpot bising demi menjaga kekhusyukan dan kesakralan malam takbiran.

Sebagai penutup, ISL mengajak seluruh umat Muslim untuk menyikapi himbauan tersebut dengan pikiran positif dan menjaga suasana kondusif menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Ini adalah akhir Ramadan. Mari kita sambut Idul Fitri dengan suasana yang sejuk, damai, dan penuh kebahagiaan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *