Razia ONE PIECE di Parimo, ISL : Sepakat, Itu Ada Unsur Provokasi

PEKNAS Sulteng Ajak Erwin-Sahid Tingkatkan Ekonomi Dan Pariwisata di Parimo
Isram Said Lolo (ISL) Ketua DPW PEKNAS Sulteng.

PARIGI MOUTONG // CitaParigata.id – Kepolisian Resor Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) melakukan razia terkait bendera ONE PIECE di wilayah Parimo.

Hal itu dilakukan untuk mencegah  pemasangan bendera tersebut di Bumi Parigata jelang Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Republik Indonesia mendatang.

Bacaan Lainnya

Terkait hal itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Penguatan Ekonomi Kerakyatan Nasional (PEKNAS) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Isram Said Lolo (ISL)  mengatakan setuju dengan tindakan Polres Parimo tersebut.

Menurutnya, ekspresi yang dilakukan sejumlah orang dengan memasang bendera ONE PIECE itu caranya kurang tepat.

Bahkan, ISL menyebut, hal tersebut sudah mengandung unsur profokasi.

Contohnya, saat munculnya Bendera ONE PIECE sebagai bentuk kekecewaan ataupun perlawanan dari rakyat terhadap Pemerintah disebut sebagai Pemecah Bangsa. Kemudian, mulai ramai muncul di berbagai medsos foto Bendera-bendera Partai Politik yang disandingkan dengan bendera ONE PIECE, yang menggambarkan bahwa Pemecah Bangsa yang sebenarnya adalah Bendera Partai Politik bukan Bendera ONE PIECE.

“Terkait bendera ONE PIECE yang saat ini tengah Viral, sebenarnya itu adalah ungkapan kekecewaan, namun sayangnya itu dilakukan dengan cara yang tidak tepat karena lebih mengandung unsur profokasi,” terangnya Rabu 07/ 08/ 2025).

Ia menghimbau, kepada masyarakat Parimo untuk dapat bekerjasama terkait dengan razia dan pencegahan pemasangan bendera ONE PIECE itu jelang 17 Agustus.

“Saya sepakat jika ini di berantas, karena sudah mulai berbahaya. takutnya dapat memancing masyarakat lainnya untuk membuat sebuah pergerakan-pergerakan baru yang persis seperti ini. atas hal ini, masyarakat Kabupaten Parimo, saya rasa dapat membantu dan bekerjasama untuk mencegah pemasangan bendera ONE PIECE jelang HUT RI. Jika ingin menyampaikan aspirasi dan pendapat silahkan ikuti jalur-jalur yang sudah disediakan, karena Negara kita adalah Negara Demokrasi,” jelasnya.

Kemudian, sebagai salah satu masyarakat Parimo, ISL memberikan apresiasi kepada Polres Parigi Moutong atas upaya-upaya yang dilakukan dalam menciptakan situasi yang aman, nyaman, kondusif dan terjaga.

ISL salah satu toko muda yang juga Direktur LSM FORMAT PUSAT Parigi Moutong ikut menghimbau masyarakat khususnya generasi muda untuk tidak ikut ikutan dalam berbagai isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan termasuk terkait isu one spece, Mengingat konsekwensi hukumnya sangat beresiko apalagi hal tersebut sudah menjadi atensi aparat penegak hukum.

“Saya sangat sayang masyarakat apalagi generasi muda yang ikut ikutan yang akhirnya jadi korban. Prinsipnya kita tetap kritis sekeras mungkin dalam bernegara tapi sebaiknya kita gunakan media aspirasi yang aman sesuai konstitusi berdemokrasi dalam negara kita,” tuturnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *