Palu, CitaParigata.id- Abdul Rachman Thaha (ART) selaku angota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) yang mewakili Sulawesi Tengah (SULTENG) mengatakan bahwasanya apa yang menjadi harapan masyarakat itulah harapan MPR-RI.
“Apa yang menjadi harapan masyarakat itulah yang menjadi harapan kami di MPR sehingga bahwasannya betul-betul dalam menyusun sebuah regulasi kami ada masukan dari masyarakat, kami melibatkan masyarakat, mahasiswa, tokoh adat dan Lagi-lagi saya mengatakan bahwa saya menyerap aspirasi sampai ketingkat desa,” jelas ART saat di temui media ini pada Penyerapan Aspirasi Masyarakat di kotak Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (12/03/2022).
Kata ART Penyerapan Aspirasi Masyarakat merupakan program MPR-RI setiap tahunnya guna untuk mengetahui situasi dan kondisi Dapil sendiri.
“Program ini terus teragendakan dan betul-betul kami selaku angota MPR RI memahami situasi dan kondisi yang ada di daerah dan di tengah-tengah masyarakat masing-masing di dapil sehingga kami mendengarkan aspirasi masyarakat, tentunya dalam bentuk penyerapan ini akan kami jadikan sebuah bahan di kemudian hari,”ungkapnya.
Lanjut ART menjelaskan bahwa kegiatan kali ini melibatkan mahasiswa karena melihat dari sisi akademisi.
“sebagai mahasiswa yang pemikir-pemikir ilmiah tentunya ini menjadi sebuah pembelajaran bagi adik-adik mahasiswa sehingga di kemudian hari tentunya mereka ini merupakan regenerasi anak bangsa sehingga juga lebih memahami dan mengetahui bahwasannya lembaga MPR itu mempunyai agenda kerja sejauh ini penyerapan bukan hanya kedua legislatif yang ada hari ini yaitu DPR dan DPD tetapi MPR pun juga melakukan sebuah penyerapan aspirasi sampai tingkat kebawa, lagi-lagi saya mengatakan bukan hanya sampai mahasiswa, tokoh agama, tokoh akademisi, tokoh adat tentunya ini menjadi sebuah informasi bahwasanya MPR itu kinerjanya ada,” tutupnya, (foldi).
